Minggu, 27 April 2025

 


Aku rasa, yang paling banyak menyimpan rahasia adalah langit jingga. Seperti menangkap semua keresahan yang ada di bawahnya -- lalu tenggelam begitu saja. Besok, dia akan melakukan hal yang sama: menangkap rahasia.

Jumat, 27 Desember 2013

Hari Perpisahan

Pukul satu siang. Hujan memaksa kami berteduh di Pos Satpam sekolah. Hanya kami berdua, aku dan orang yang paling aku kagumi sedunia. Sesekali kupandang wajahnya, yang aku tahu, air di kedua pipinya itu bukan berasal dari hujan. Ia mulai menyamarkan kesedihannya, dengan menadah air yang turun dari tempias dan membasuhi wajahnya sendiri seperti orang yang mengamini doa yang penuh harap. 

“Kenapa?” Tiba-tiba saja ia mendorongku dari pikiran yang berusaha untuk membaca wajahnya.

“Eh, gapapa. Kamu baik-baik aja?”

“Ya,” jawabnya singkat.

Selang beberapa lama, mobil jemputannya datang. Ia beranjak dari tempatnya, dengan meninggalkan sedikit senyuman yang bisa kulihat dengan jelas dari sisi kirinya.


Enam bulan berlalu. Saat itu, hari perpisahan sekolah kami. Kami bangga menjadi murid sekolah dengan jumlah kelulusan tertinggi. Aku semakin akrab dengan Nadia, gadis yang enam bulan silam membuat aku jatuh hati tanpa sepengetahuannya. Kurasa, ini saatnya untuk berkata jujur bahwa dialah yang membuat aku bahagia.

“Nad, bisa ngobrol sebentar?” Spontan ia memalingkan wajah dari teman-temannya.

“Bisa. Di sini?” Tanyanya sambil mengangkat kedua alis.

Aku langsung menarik pelan tangan kanannya ke teras gedung sekolah. Lalu menggenggam kedua tangannya setelah menjejak di lantai keramik putih itu.

“Nad, kamu mungkin tahu aku sering memperhatikanmu sejak di kelas satu. Sejak enam bulan terakhir, hatiku semakin mantap untuk bisa dekat dengan kamu. Hari ini sengaja aku pilih untuk mengungkapkan semua apa yang aku rasa. Aku cinta sama kamu. Kamu...”

“Mau,” potongnya.

Aku sedikit mengerutkan dahi. Semudah inikah? Atau Ia juga memang jatuh hati padaku sejak lama?
Kami saling melempar senyum.

“Aku ke teman-teman lagi, ya. Ini kan hari perpisahan.” Ia melepaskan genggamanku perlahan, lalu pergi ke ruangan tempat acara yang dibuat untuk kami, para alumni baru. Aku masih terdiam menunggunya hilang di mataku. Ia membalikkan wajah dengan sedikit senyum sebelum hilang ditelan daun pintu besar yang ada di sampingnya. Sekilas, terlihat mata yang ragu. Aku tahu itu.

Satu bulan berlalu. Kabar pertama yang kudapat dari Nadia melalu surat yang tak dilengkapi alamat pengirimnya. Sudah sebulan aku tak mendapat kabar darinya. Rasa sakit masih ada hingga sekarang. Hingga sekarang, saat aku duduk dengan secangkir cokelat panas dan setumpuk kenangan yang aku gali untuk dituliskan kembali.

Surat itu berada di dalam tasku. Sepertinya diselipkan oleh seorang teman pada saat aku meninggalkannya di kelas untuk mengambil Ijazah.

Surat yang tak pernah kusimpan. Tak pernah kuingat. Yang kuingat, hanya rasa saat membaca kata demi kata surat yang berisi berkali-kali permohonan maaf. Akulah orang yang menjadi pelampiasan dendamnya. Orang yang menjadi obat sakit hatinya, dengan memindahkan sakit hatinya itu kepada orang lain: aku.

Jumat, 20 Desember 2013

Ranu Kumbolo

Akhirnya, empat dari lima resolusi tahun ini terwujud. Memang, yang kelima tidak bisa diwujudkan tahun ini, karena belum cukup umur di kampus. Hehe.

Kali ini, saya pergi ke Semeru, tepatnya Ranu Kumbolo bersama teman-teman Savingfun Vacation. Teman baru yang belum pernah bertemu. Memang ini tujuannya: menambah teman baru. Tenang, bukan untuk diprospek kok.

Meeting point Jakarta ditentukan di Stasiun Senen. Satu persatu teman-teman datang ke lokasi tersebut. Awalnya, saya pikir perjalanan ini akan serius. Ternyata salah besar. Mereka heboh semua. Hahaha.

Kereta api yang kami tumpangi selama 18 jam ini adalah Matarmaja. Ekonomi AC yang ada colokan listriknya. Ini adalah salah satu fasilitas terbaik PT.KAI. Perjalanan menggunakan kereta api adalah hal yang paling saya senangi. Walaupun saya cinta dengan pesawat terbang, tapi saya suka dengan perjalanan kereta api.

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya kami tiba di Malang. Isi kepala sudah ada suasana Ranu Kumbolo. Tapi, Ranu Kumbolo hanyalah tujuan. Letak keseruan ada pada perjalanan.

Begitu menghirup udara Malang, kami sarapan sejenak di depan Stasiun Malang. Sekitar 30 menit sarapan, perjalanan ke Desa Tumpang masih menanti. Kami menggunakan dua buah angkot sewaan menuju ke sana. Sekitar satu jam perjalanan. Begitu sampai di Desa Tumpang, beberapa dari kami menggunakan waktu yang masih senggang untuk mandi, packing ulang, hingga berbagi cerita satu sama lainnya.

Semua sudah siap. Saatnya menuju Ranu Pane. Perjalanan kurang lebih satu setengah jam ini menggunakan dua buah mobil Jeep terbuka. Walaupun sedikit gerimis mengundang, bukan berarti menyurutkan kami untuk melihat kiri kanan yang banyak pemandangan yang membuat kita bangga sama negeri sendiri.

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy

Selama perjalanan dari Desa Tumpang ke Ranu Pane, di sisi kiri jalan akan ada pemandangan luar biasa seperti di atas. Yang di atas bagus? Konon, bulan Juni hingga Juli lebih luar biasa dari itu. Semoga bisa ke sana lagi di bulan itu.

Setelah sampai di Ranu Pane, dingin mulai menggigit kulit. Sebenarnya di perjalanan tadi sudah mulai dingin. Tapi ya, tahan dulu. Ada hal baru yang mengasyikkan bagi saya begitu sampai di Ranu Pane: ada embun yang keluar dari mulut kalau ditiup. Hahaha. Serasa lagi di drama Korea. -halah-

Walaupun dingin, usahakan jangan kenakan jaket dulu selagi mendaki. Ini pesan teman saya yang sudah berulang kali mendaki ke Ranu Kumbolo, bahkan ke Puncak Mahameru. Gunakan baju cepat kering -waktu itu saya pakai Jersey yang dri-fit -, celana pendek dan sepatu yang aman untuk mendaki.

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy


Hore. Saatnya mendaki. Estimasi perjalanan adalah 5 jam. Tapi karena setengah perjalanan masih gerimis dan gelap, maka total perjalanan kami adalah 8 jam. Hahaha.

Iseng coba ukur waktu menggunakan stopwatch saat pulang-pergi. Hasilnya, pergi 8 jam dan pulang 4 jam 45 menit.
Tanggal di jam dihilangkan. Waktu pengambilan gambar tidak sesuai soalnya. Hehe.
foto: @kikikuik
everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy

Setelah sampai di Ranu Kumbolo pukul 10 malam, kami istirahat sejenak. Mencoba menyentuh air di Danau yang super dingin. Kiri kanan sangat gelap. Ya sudah, kami memutuskan untuk tidur dan bertemu sunrise besok pagi.

Suhu pagi itu saya rasa kurang lebih 10°C dan beberapa orang di sana mengiyakan. Segelas kopi panas yang dua menit saja langsung menjadi es kopi.

Matahari terbit hanya melihatkan benangnya. Dia muncul di puncak gunung di sebelah kanan. Tidak tepat di tengah. Memang, Bulan Desember bukan waktu yang tepat untuk melihat sunrise di tengah. Tapi pemandangan di sekitar membuat lupa akan jingga tersebut. Pengen berteriak pagi-pagi. Hoaaaaa!

Pagi dimulai dengan senam pagi masing-masing. Meluruskan urat-urat yang sedikit tegang akibat perjalanan semalam dan senam mata yang membuat lupa akan hal-hal di luar sana seperti skripsi dan anak-anaknya.

Setelah sedikit hangat dan sarapan, kami langsung menjelajahi Ranu Kumbolo. Spot terbaik tempat ini adalah di atas Tanjakan Cinta. Butuh perjuangan memang mendaki Tanjakan Cinta untuk orang yang jarang sekali olah raga seperti saya.

foto: @ifanhere
Ada mitos tentang Tanjakan Cinta ini. Barang siapa yang mendaki sampai ke atas tanpa melihat ke belakang, maka ia akan mendapatkan jodoh dengan orang yang ditaksirnya. Tapi kalau pemandangan di balik tanjakannya seperti ini, apalah arti jodoh. Hahaha.

Setelah sampai di puncaknya, ada pemandangan yang tidak kalah luar biasanya. Sabana Oro Oro Rombo. Kami duduk menghirup udara di sana sejenak. Tidak ada bau harum. Tapi kapan lagi bisa menghirup udara yang bersih seperti ini? Semua lepas di sana. Beban-beban pikiran menguap lalu terbawa angin dari balik bukit. Ciptaan Tuhan memang tidak ada duanya. Iya, di manapun memang tidak ada duanya.

foto: @ifanhere
Setelah puas -sebenarnya belum puas sih- berkeliling, saatnya berkemas untuk pulang menuju Ranu Pane, Desa Tumpang dan pulaaaang!

Terima kasih teman-teman Savingfun Vacation. Kemana nih trip berikutnya? ;)

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy

Foto selengkapnya bisa dilihat di:
http://goo.gl/4ZFw07 | Deka Hasbiy
http://goo.gl/Mbcmbe | Rizki Nur Annisa

Minggu, 27 Oktober 2013

[Cerita Kilat] Halte Sekolah


Hujan semakin lebat. Angin sore dengan suhu yang tidak seperti biasanya menelusuri kulit hingga terasa ke tulang. Sudah 30 menit Alvian menunggu hujan reda di halte depan sekolah. Sebagai pengendara sepeda motor yang bandel, lelaki berambut ikal itu selalu ogah membawa mantel atau jaket sekalipun.
Terlihat dari kejauhan seorang gadis berlari kecil menghampiri halte ini, dengan sebuah map plastik yang ditutupkan di atas kepalanya. Alvian menggeser diri sedikit ke kiri agar gadis itu bisa duduk di sebelahnya. Semoga, gumamnya dalam hati.

Kamis, 26 September 2013

Kuliah di Penerbangan? Pilot, ya?

foto: http://www. commons.wikimedia.org
Seperti biasa, setiap bertemu teman baru, pertanyaan klasik akan muncul: kuliah di mana?
Setiap saya menjawab kuliah di Bandara Halim Perdanakusuma, jurusan Penerbangan, hampir semua teman yang akan merespon kalau saya ini akan menjadi seorang pilot.

Pilot, Pramugari dan Pramugara adalah profesi yang paling dikenal di dunia penerbangan di mata awam. Wajar, karena profesi tersebut yang paling banyak berinteraksi dengan penumpang. Banyak karyawan yang berlalu-lalang di sekitar penumpang, tapi kita tidak sadar siapa mereka? apa pekerjaannya?


Rabu, 04 September 2013

Kenapa harus takut naik pesawat terbang?

Foto: energitoday.com

Hingga saat ini, pesawat terbang adalah alat transportasi paling cepat dan efesien sedunia. Malahan moda transportasi ini adalah kendaraan paling aman yang pernah ada jika dilihat dari peraturan-peraturan dari pihak berwenang yang sangat ketat. Di Indonesia, otoritas yang berwenang untuk transportasi udara adalah Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) di bawah Kementerian Perhubungan.

Jika dilihat dari cara perawatannya, untuk pesawat udara tidak diragukan lagi. Interval antara perawatan ringan hingga ke berat (overhaul) harus tepat waktu. Apa saja perawatan dan pengecekan pada pesawat terbang agar terhindar dari bahaya?

Kamis, 04 Juli 2013

Pindah Tunggangan Singa

Ilustrasi. Foto: beritaekonomi.kiosgeek.com

Ujian akhir selesai. Seperti biasa, sebagai anak perantau, saya pulang kampung. Kali ini saya pulang dengan menumpang Lion Air. Maskapai LCC ini saya pilih karena dengan harga termurah, dan dengan resiko terbawah pula. Hehe.

Setelah reservasi tiket, nomor penerbangan saya berkode Wings Air IW-1684, tapi menumpang pesawat Lion Air JT-1684. Sama saja sih.