Jumat, 20 Desember 2013

Ranu Kumbolo

Akhirnya, empat dari lima resolusi tahun ini terwujud. Memang, yang kelima tidak bisa diwujudkan tahun ini, karena belum cukup umur di kampus. Hehe.

Kali ini, saya pergi ke Semeru, tepatnya Ranu Kumbolo bersama teman-teman Savingfun Vacation. Teman baru yang belum pernah bertemu. Memang ini tujuannya: menambah teman baru. Tenang, bukan untuk diprospek kok.

Meeting point Jakarta ditentukan di Stasiun Senen. Satu persatu teman-teman datang ke lokasi tersebut. Awalnya, saya pikir perjalanan ini akan serius. Ternyata salah besar. Mereka heboh semua. Hahaha.

Kereta api yang kami tumpangi selama 18 jam ini adalah Matarmaja. Ekonomi AC yang ada colokan listriknya. Ini adalah salah satu fasilitas terbaik PT.KAI. Perjalanan menggunakan kereta api adalah hal yang paling saya senangi. Walaupun saya cinta dengan pesawat terbang, tapi saya suka dengan perjalanan kereta api.

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, akhirnya kami tiba di Malang. Isi kepala sudah ada suasana Ranu Kumbolo. Tapi, Ranu Kumbolo hanyalah tujuan. Letak keseruan ada pada perjalanan.

Begitu menghirup udara Malang, kami sarapan sejenak di depan Stasiun Malang. Sekitar 30 menit sarapan, perjalanan ke Desa Tumpang masih menanti. Kami menggunakan dua buah angkot sewaan menuju ke sana. Sekitar satu jam perjalanan. Begitu sampai di Desa Tumpang, beberapa dari kami menggunakan waktu yang masih senggang untuk mandi, packing ulang, hingga berbagi cerita satu sama lainnya.

Semua sudah siap. Saatnya menuju Ranu Pane. Perjalanan kurang lebih satu setengah jam ini menggunakan dua buah mobil Jeep terbuka. Walaupun sedikit gerimis mengundang, bukan berarti menyurutkan kami untuk melihat kiri kanan yang banyak pemandangan yang membuat kita bangga sama negeri sendiri.

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy

Selama perjalanan dari Desa Tumpang ke Ranu Pane, di sisi kiri jalan akan ada pemandangan luar biasa seperti di atas. Yang di atas bagus? Konon, bulan Juni hingga Juli lebih luar biasa dari itu. Semoga bisa ke sana lagi di bulan itu.

Setelah sampai di Ranu Pane, dingin mulai menggigit kulit. Sebenarnya di perjalanan tadi sudah mulai dingin. Tapi ya, tahan dulu. Ada hal baru yang mengasyikkan bagi saya begitu sampai di Ranu Pane: ada embun yang keluar dari mulut kalau ditiup. Hahaha. Serasa lagi di drama Korea. -halah-

Walaupun dingin, usahakan jangan kenakan jaket dulu selagi mendaki. Ini pesan teman saya yang sudah berulang kali mendaki ke Ranu Kumbolo, bahkan ke Puncak Mahameru. Gunakan baju cepat kering -waktu itu saya pakai Jersey yang dri-fit -, celana pendek dan sepatu yang aman untuk mendaki.

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy


Hore. Saatnya mendaki. Estimasi perjalanan adalah 5 jam. Tapi karena setengah perjalanan masih gerimis dan gelap, maka total perjalanan kami adalah 8 jam. Hahaha.

Iseng coba ukur waktu menggunakan stopwatch saat pulang-pergi. Hasilnya, pergi 8 jam dan pulang 4 jam 45 menit.
Tanggal di jam dihilangkan. Waktu pengambilan gambar tidak sesuai soalnya. Hehe.
foto: @kikikuik
everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy

Setelah sampai di Ranu Kumbolo pukul 10 malam, kami istirahat sejenak. Mencoba menyentuh air di Danau yang super dingin. Kiri kanan sangat gelap. Ya sudah, kami memutuskan untuk tidur dan bertemu sunrise besok pagi.

Suhu pagi itu saya rasa kurang lebih 10°C dan beberapa orang di sana mengiyakan. Segelas kopi panas yang dua menit saja langsung menjadi es kopi.

Matahari terbit hanya melihatkan benangnya. Dia muncul di puncak gunung di sebelah kanan. Tidak tepat di tengah. Memang, Bulan Desember bukan waktu yang tepat untuk melihat sunrise di tengah. Tapi pemandangan di sekitar membuat lupa akan jingga tersebut. Pengen berteriak pagi-pagi. Hoaaaaa!

Pagi dimulai dengan senam pagi masing-masing. Meluruskan urat-urat yang sedikit tegang akibat perjalanan semalam dan senam mata yang membuat lupa akan hal-hal di luar sana seperti skripsi dan anak-anaknya.

Setelah sedikit hangat dan sarapan, kami langsung menjelajahi Ranu Kumbolo. Spot terbaik tempat ini adalah di atas Tanjakan Cinta. Butuh perjuangan memang mendaki Tanjakan Cinta untuk orang yang jarang sekali olah raga seperti saya.

foto: @ifanhere
Ada mitos tentang Tanjakan Cinta ini. Barang siapa yang mendaki sampai ke atas tanpa melihat ke belakang, maka ia akan mendapatkan jodoh dengan orang yang ditaksirnya. Tapi kalau pemandangan di balik tanjakannya seperti ini, apalah arti jodoh. Hahaha.

Setelah sampai di puncaknya, ada pemandangan yang tidak kalah luar biasanya. Sabana Oro Oro Rombo. Kami duduk menghirup udara di sana sejenak. Tidak ada bau harum. Tapi kapan lagi bisa menghirup udara yang bersih seperti ini? Semua lepas di sana. Beban-beban pikiran menguap lalu terbawa angin dari balik bukit. Ciptaan Tuhan memang tidak ada duanya. Iya, di manapun memang tidak ada duanya.

foto: @ifanhere
Setelah puas -sebenarnya belum puas sih- berkeliling, saatnya berkemas untuk pulang menuju Ranu Pane, Desa Tumpang dan pulaaaang!

Terima kasih teman-teman Savingfun Vacation. Kemana nih trip berikutnya? ;)

everydayisholidayy.wix.com/everydayisholidayy | @dekahasbiy

Foto selengkapnya bisa dilihat di:
http://goo.gl/4ZFw07 | Deka Hasbiy
http://goo.gl/Mbcmbe | Rizki Nur Annisa

2 komentar: