Kamis, 26 September 2013

Kuliah di Penerbangan? Pilot, ya?

foto: http://www. commons.wikimedia.org
Seperti biasa, setiap bertemu teman baru, pertanyaan klasik akan muncul: kuliah di mana?
Setiap saya menjawab kuliah di Bandara Halim Perdanakusuma, jurusan Penerbangan, hampir semua teman yang akan merespon kalau saya ini akan menjadi seorang pilot.

Pilot, Pramugari dan Pramugara adalah profesi yang paling dikenal di dunia penerbangan di mata awam. Wajar, karena profesi tersebut yang paling banyak berinteraksi dengan penumpang. Banyak karyawan yang berlalu-lalang di sekitar penumpang, tapi kita tidak sadar siapa mereka? apa pekerjaannya?




Di sini kita harus membedakan antara penerbangan dan penerbang. Penerbangan dalam arti luas. Sekolah penerbangan, biasanya ada jurusan untuk menjadi pilot (penerbang), seperti STPI dan ATKP. Kalau sekolah penerbang, mutlak hanya diarahkan untuk menjadi pilot. Beda halnya dengan Universitas dan Politeknik, kampus-kampus tersebut dikhususkan untuk mencetak insinyur dan ahli madya di bidang pesawat terbang. Namun tidak menutup kemungkinan untuk menjadi seorang pilot, dengan syarat harus mengikuti pelatihan di sekolah penerbang seperti biasa.

Nah, untuk menjadi:
- pilot
- teknisi
- pemandu lalu lintas udara
- pramugari atau pramugara, dsb
tidak membutuhkan kuliah. Biasanya, penerimaan sekolah (semacam kursus) di atas bisa menggunakan ijazah SMU sederajat, sesuai kriteria sekolahnya. Tapi tidak bisa dipungkiri, zaman sekarang D3 atau S1 akan menjadi nilai plus untuk masuk ke sekolah tersebut. Atau yang sudah bekerja seperti yang disebutkan di atas, banyak yang mengambil kuliah sambil bekerja. Di kampus saya di kelas karyawan, bermacam-macam profesi ada di sana. Di mulai dari pilot, teknisi, dan di luar profesi penerbangan sekalipun.

Lulusan S1 di atas biasanya akan difokuskan untuk menjadi engineering pesawat terbang. Dimulai dari menganalisa hingga merancang suatu pesawat terbang. Kita banyak mempunyai insinyur-insinyur pesawat terbang yang hebat di Indonesia saat ini, seperti Pak B.J. Habibie. Mudah-mudahan saya bisa menjadi seperti beliau. Amin.

Kira-kira kerjaan analisis seorang engineering seperti ini.
Foto: http://www.totaljobs.com
Kita juga punya pilot-pilot hebat di Indonesia, salah satunya (alm) Pak Wiweko Supono. Banyak yang belum tahu siapa beliau. Beliau adalah perancang FFCC (Forward Facing Crew Cockpit), yang memungkinkan pesawat berbadan lebar hanya diterbangkan oleh dua orang pilot saja (konfigurasi tempat duduk), seperti yang kita ketahui sekarang. Rancangan ini menjadi kiblat pesawat-pesawat zaman sekarang.

Ini ada daftar sekolah penerbangan dan penerbang. Semoga bermanfaat.
- sekolah/ universitas penerbangan
- sekolah pilot/ flying club

Jadi, sudah bisa membedakan antara sekolah penerbangan dan penerbang, kan? :)

2 komentar:

  1. ka gini saya udah terlajur ambil jurusan teknik informatika , dan sekarang saya semester 5 . nah yang jadi masalah saya penegn bgt jadi teknisi pesawat . apa bisa teknik informatika jadi teknisi pesawat ?? udah gitu katanya kalo mau jadi teknisi pesawat harus punya lisensi . tlong jawab keingungan saya ini ka . trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk menjadi Teknisi Pesawat Terbang, kamu harus punya lisensi. Di Indonesia, lisensi untuk pesawat terbang sayap tetap ada A1, A3 dan A4. Kamu harus sekolah lagi untuk mendapatkan lisensi ini. Untuk saat ini sekolah-sekolah yang menyediakan lisensi ini ada di STPI, ATKP, Unsurya, Unnur, STTA Adisucipto.

      Hapus