“Permisi....”
“Iya, Mas? Surat lagi?”
“Iya, Mbak. Wah, kelihatannya
mbak ini banyak pengagum, ya? Sebulan ini, hampir setiap hari ada surat yang
saya antar ke rumah ini. Pengirimnya berbeda semua pula,” katanya sambil
tertawa kecil.
“Ah, Mas bisa aja. Kali ini,
dengan cara apa lagi Si Pengirim surat meminta Mas untuk saya?”
“O, iya. Dengan menyanyi, mbak.
Lagu dari Anji, Kekasih Terhebat.”
“Silakan!” seruku. Seperti biasa,
aku menikmati setiap hal-hal yang dia lakukan atas permintaan Si Pengirim surat
itu.
Sebulan terakhir, aku telah
terhibur oleh kurir surat ini. Pilihanku tepat. Sepertinya memang dia yang aku
cari. Tidak salah aku mengirimkan surat-surat ini ke alamatku sendiri, hanya
untuk melihatnya menghiburku setiap hari.
jangan2 yg suka 'mbaknya' itu si kurir lg tp dia pake nama yg berbeda
BalasHapusPake nama yang berbeda?
Hapus