Sabtu, 08 Desember 2012

Gatot Kaca Indonesia

image: jakartagreater.com

Anak-anak tahun 80-an, mungkin masih ingat kalau Indonesia sempat membuat pesawat bermesin turboprop tercanggih di zamannya. 10 Agustus 1995, rakyat Indonesia bangga dengan first flight-nya N-250 Gatotkaca hasil tangan anak bangsa, IPTN, di bawah komando Pak B.J.Habibie.



Menurut informasi, N-250 hingga saat ini masih satu-satunya pesawat turboprop dengan sistem fly-by-wire ciptaan Presiden ke-3 ini. Tapi apa boleh buat, Sang Gatotkaca dimusiumkan. Produksi N-250 dihentikan akibat krisis pada tahun 1998. IMF, selaku penyuntik dana ke Indonesia yang sedang krisis itu, meminta segala produksi di Indonesia yang strategis segera ditutup, termasuk produksi N-250 dan pabriknya IPTN

Kenapa Indonesia bisa canggih daripada di luar? Karena kita punya Pak Habibie. Beliau mempunyai 64 hak paten pesawat terbang. Struktur-struktur yang digunakan pesawat zaman sekarang, sudah ada di rencana produksi pesawat di IPTN, sayangnya keburu ditutup.

Pak Habibie pernah meminta ke Presiden RI saat itu untuk mengeluarkan dana. Beliau menjanjikan N-250 ini akan lebih baik dari pesawat-pesawat canggih di luar sana, seperti: ATR, Bombardier, Embraer, dsb. Tetapi tetap saja tidak disetujui. Akhirnya teknisi-teksini handal Indonesia berpencar dan bekerja di perusahaan Boeing, Airbus, dan lainnya. Eropa tidak ada saingannya lagi. Dan kita membeli pesawat eropa. Miris. 

Angin segar dari Pak Habibie. Beliau beserta anaknya akan membangun perusahaan untuk meneruskan N-250, tentunya yang lebih canggih. Semua instrument akan diganti dengan sistem digital. Produksi tetap diserahkan kepada IPTN pada masa awal-awal produksi.

Semoga berjalan lancar dan Pak Habibie diberi kesehatan oleh Allah SWT. Amin...

IPTN sekarang berganti nama menjadi PTDI. Sudah aktif kembali. Apa yang sedang diproduksi? Silakan mampir di official websitenya. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar