Serupa hujan yang tak
pernah tahu, siapa yang akan memeluknya ketika dia berjatuhan.
Semacam cermin kelam yang takkan tahu, bayangan apa yang
akan dia genggam.
Aku mencintaimu dengan kebimbangan; sebab, kaupun takkan
sanggup memilih –
; hujan yang akan kau peluk, atau aku yang ingin kau kecup.
Aku mencintaimu dengan kesepian; sebab, kaulah keriuhan
pembunuh kenangan.
Seperti doa-doa para Nabi, penuh takjub dalam menghapus
kesedihan.
Kapuas, 16 September 2011
Mas, ini puisinya bukan buat saya kan? ._.
BalasHapusbuat semua yang baca, termasuk kamu! :D
BalasHapusbuat akuuuu...aja dehh...
HapusDwi Septhiani : Iya, bisa buat kamu juga! :)
BalasHapus